Pada tanggal 30 – 31 Maret 2021, Inspektorat Jenderal telah menyelenggarakan Bimtek Zona Intergritas (ZI) menuju WBK dan WBBM secara virtual kepada 15 satuan kerja di Pusat dan Perwakilan RI, yaitu KBRI Bangkok, KBRI Canberra, KBRI Phnom Penh, KJRI Cape Town, KJRI Chicago, KJRI Davao City, KJRI Jeddah, KJRI Osaka, KJRI Perth, KJRI Sydney, KJRI Toronto, KRI Darwin, KRI Songkhla, Pusdiklat dan Museum KAA. Turut hadir wakil dari KJRI Frankfurt sebagai observer. Dari 15 satuan kerja tersebut, 10 satuan kerja diusulkan maju untuk mendapatkan predikat WBK dan 5 satuan kerja diusulkan mendapatkan predikat WBBM.
Fokus pembangunan ZI tahun 2021 adalah perubahan kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik serta integritas organisasi. Dengan kata lain, untuk mendapatkan predikat WBM dan WBBM, unit kerja bukan hanya perlu memenuhi kelengkapan data pada Lembar Kerja Evaluasi, namun juga harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh publik secara luas.
Bertindak sebagai narasumber adalah Asisten Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparat dan Pengawasan, Kemen-PAN RB, Ronald Annas yang menyampaikan beberapa hal antara lain bahwa pembangunan ZI harus dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel, berkinerja tinggi dengan pelayanan publik yang prima. Selain itu, pembangunan ZI harus bisa menegakkan intergritas organisasi, bersifat institusional, menyeluruh dan tidak bergantung kepada satu individu atau figur tertentu. Yang tidak kalah pentingnya menurut Annas adalah satuan kerja harus memiliki wow factor dalam inovasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh orang banyak yang dibuktikan dengan hasil survei.
Acara Bimtek ZI ini menjadi semakin menarik dengan adanya sesi sharing experience and best practices dari Pusdiklat Kemlu dan Direktorat Fasilitas Diplomatik yang berhasil meraih WBK pada tahun 2020. Beberapa kunci keberhasilan yang disampaikan oleh dua unit kerja tersebut adalah kerjasama tim yang kuat, pemerataan pemahaman tentang ZI kepada seluruh staf, penjajakan dan penambahan jumlah responden potensial, serta publikasi atas perbaikan pelayanan publik yang dilakukan melalui berbagai media secara berkala.
Untuk membantu unit kerja dan perwakilan RI mempersiapkan diri meraih predikat WBK dan WBBM tahun ini, Itjen Kemlu akan melakukan pendampingan secara melekat, termasuk mengadakan sosialisasi dan Bimtek terkait Area Penguatan Pengawasan.