Capaian Indeks RB Kemenlu 2020: Pelan Tapi Pasti

Capaian Indeks RB Kemenlu 2020: Pelan Tapi Pasti

Seberapa pelan kamu bergerak tidak akan menjadi masalah selama kamu tidak berhenti. Demikian terjemahan bebas dari ungkapan Confucius, seorang filsuf tersohor asal RRT. Suatu kondisi yang sedikit banyak menggambarkan gambaran progress Reformasi Birokrasi Kementerian Luar Negeri (RB Kemenlu), jika ditinjau dari capaian Indeks RB dalam 3 tahun terakhir.

Setelah mengalami lonjakan signifikan dari 68,75 (tahun 2015) menjadi 74,91 (2016) dan 77.44 (2017), indeks RB Kemenlu sempat terkontraksi menjadi 76.44 di 2018. Penilaian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB) terhadap kinerja RB Kemenlu mengalami kenaikan perlahan menjadi 76,73 di tahun 2019 dan 76,18 di tahun 2020.

Pada penilaian tahun 2020, KemenPAN dan RB mencatat akuntabilitas kinerja dan keuangan Kemenlu, yang dinilai baik, yakni dengan nilai SAKIP BB di tahun 2019 dan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Laporan Keuangan tahun 2019.

Sementara hasil survei eksternal terhadap masyarakat berkaitan dengan kualitas pelayanan dan persepsi korupsi di Kemenlu, masih di atas rata-rata nasional. Namun demikian tidak terdapat peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan hasil survei eksternal di tahun sebelumnya.

Dalam hal survei internal pegawai Kemenlu, diperoleh indeks 3,38 (dari skala 5). Tercatat baru 30% responden yang memiliki pemahaman menyeluruh terkait kinerja, indikator kinerja dan kontribusinya terhadap organisasi.

Untuk itu KemenPAN dan RB merekomendasikan sejumlah kebijakan yang perlu diambil Kemenlu. Pertama, Meningkatkan efektivitas manajemen RB pada setiap proses perencanaan, pemantauan dan evaluasi implementasi RB. Untuk selanjutnya memastikan hasil pemantauan dan evaluasi tersebut ditindak-lanjuti secara merata.

Kedua, melakukan penyempurnaan pemetaan keterkaitan antar kebijakan yang berfokus pada peningkatan kinerja dan kualitas secara berkelanjutan dan merata. Pemetaan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan perencanaan kebutuhan kebijakan ke depan dengan skala prioritas dan monev berkala.

Ketiga, menyelesaikan tindak lanjut SE MenPAN RB Nomor 382-393 tahun 2019 tentang langkah strategis dan konkrit penyederhanaan birokrasi, seta PerMenPAN RB Nomor 28 tahun 2019 tentang penyetaraan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional dan secara berkelanjutan melakukan monev terhadap efektivitasnya terhadap kinerja organisasi.

Keempat, melakukan evaluasi terhadap peta proses bisnis berkala untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian kinerja, selain secara berkelanjutan mengoptimalkan penerapan e-government.

Kelima, melanjutkan penguatan pengelolaan sistem manajemen SDM, khususnya pemanfaatan hasil assessment berupa peta gap kompetensi sebagai dasar pengembangan kompetensi pegawai, menyusun HCDP dan melaksanaan pemetaan talenta pegawai. Keenam, menindaklanjuti rekomendasi hasil evaluasi AKIP.

Ketujuh, mengimplementasikan secara menyeluruh dan dan melakukan monev berkala pada pelaksanaan pengawasan internal, khususnya dalam hal penanganan gratifikasi, benturan kepentingan, pengaduan masyarakat dan whistle blowing system. Kedelapan, meningkatkan kualitas pelayanan publik yang prima melalui implementasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) berkala sebagai dasar inovasi pelayanan yang masif dan efektif.

Di sisi lain, Kemenlu juga menerima penghargaan "Pemimpin Perubahan" pada acara "Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)". Wamenlu RI, Mahendra Siregar menerima penghargaan tersebut secara langsung dari Wakil Presiden RI, Prof. Dr. KH Ma'ruf Amin di Hotel Bidakara, Jakarta pada tanggal 10 Desember 2019.

Sementara pada akhir tahun 2020 Kemenlu juga menorehkan prestasi yang tidak sepele dalam penegakan integritas RB, dimana Direktorat Fasilitas Diplomatik dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan berhasil mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Dengan demikian tercatat 11 unit kerja Kemenlu Pusat dan Perwakilan RI yang elah menerima penghargaan Zona Integritas.

Capaian ini mengindikasikan adanya secercah harapan, bahwa terlepas dari relatif tersendatnya kenaikan indeks RB Kemenlu, unit kerja Kemenlu Pusat maupun Perwakilan RI tetap memiliki komitmen tinggi dalam melaksanakan RB.

Bagaimanapun juga kita perlu menyadari perubahan dalam bentuk apapun, termasuk RB, bukanlah sesuatu hal yang mudah dan memerlukan proses yang tidak sebentar. Sebagaimana dinyatakan oleh pebisnis terkemuka AS, Warren Buffett, “No matter how great the talent or efforts, some things just take time. You can’t produce a baby in one month by getting nine women pregnant.”

Sumber:

Pusdiklat Kementerian Luar Negeri

Majalah What’s On In Pusdiklat Edisi Mei 2021